Buka Setiap Hari. Sebaiknya konformasi dulu sebelum datang.
CP Telepon/SMS Watsapp: Ibu kunarti 0856-0214-2221 atau Pak Didit Sofyan 0852-2735-7992
Tampilkan postingan dengan label Tentang Bekam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Bekam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Layanan bekam di jogja

Assakammualaikum Wr. Wb.
Terimakasih telah mengunjungi  Website kami


Bekam Muslimah Yogyakarta

Sungguh puji seluruhnya bagi Allah yang telah menganugerahkan nikmat tak terhitung pada kita. Sholawat dan salam kita panjatkan semoga dilimpahkan atas Nabi Muhammad SAW,  keluarganya, shahabatnya, dan semua pengikutnya yang mengikutiNya dengan baik hingga akhir zaman.


Kami melayani bekam keliling/panggilan khusus muslimah wilayah Jogja. Insya Allah Anda tidak perlu berpayah payah ke salon atau klinik bekam untuk mendapatkan layanan bekam dan , cukup panggil kami, insya Allah tidak lama kami datang.

Selain itu, kami juga melayani facial dengan totok wajah, dan facial dengan setrika/senam wajah.

Jumat, 22 Februari 2013

Manfaat Bekam


Bekam : sudah tidak diragukan lagi manfaatnya. Warisan Rasulullah ini seakan sudah terlupakan oleh ummat Islam dalam pengobatan. Mereka lebih percaya pada teori barat dan obat obat kimia yang tidak semuanya baik. Bahkan semuanya cenderung mempunyai efek samping. Lain halnya dengan bekam tidak mempunyai efek samping sama sekali.
Para peneliti Muslim diantaranya Prof.DR. Faiz Hakim, Specialis Bedah dan Prof DR.Muhammad Nabil Syarif, Phd bidang Farmasi, meneliti keadaan darah bekam. bisa Anda saksikan dalam video berikut ini :
 



WAKTU BERBEKAM
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan , karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu menceritakan bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Ia melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad).
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan.
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.
  1. Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)
  2. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “
Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204))
  1. Dari Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)
  2. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan”.

Penyakit apa saja yang dapat diobati dengan bekam?
Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa di antara penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke , parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistem imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll).
Apakah terdapat kontraindikasi efek samping yang terjadi akibat bekam? Orang dalam kondisi seperti apa yang tidak boleh dibekam?
Pada beberapa kasus dimana syarat pembekaman kurang terpenuhi, kadang-kadang muncul efek samping berupa mual/muntah (jika terlalu dekat jaraknya dengan makan/<2jam setelah makan), lemas (jika pembekaman terlalu banyak titik), keluarnya bula/gelembung (jika pembekaman terlalu lama dan kekuatan pompa terlalu kuat). Adapun jika dilakukan sesuai “aturan main” maka efek samping tersebut jarang sekali terjadi.
Orang yang ditunda pembekamannya adalah : Wanita hamil (pada daerah perut dan punggung bawah), wanita menstruasi dan nifas, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, sedang cuci darah, baru melakukan donor darah, penderita dengan kondisi yang sangat lemah dan tekanan darah sangat rendah, serta orang yang sedang kelaparan/kenyang/gugup (fobia)
Siapa saja yang boleh dibekam? Dan kisaran usia berapa?
Semua orang bisa dibekam pada kisaran umur 4 tahun keatas, yang penting pasiennya bisa kooperatif. Pada orang tua yang sudah renta, ibu hamil dan anak-anak pembekaman dilakukan dengan hati-hati, dengan sayatan yang tipis, tekanan kop yang ringan dan titik bekam yang terbatas.


Selasa, 12 Februari 2013

AT THIBBUN NABAWI

Pengobatan At-Thibbun Nabawi
BUKAN Pengobatan Alternatif
Keberadaan berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyyah yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Penyakit-penyakit itu merupakan musibah dan ujian yang ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta'ala atas hamba-hamba-Nya. Dan sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin. Shuhaib Ar-Rumi radhiallahu 'anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِن، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَ رٌٌْ، وَلَ سٌَْ ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِن، إِنْ أَصَابَهُ سَرَّاءٌ شَكَرَ، فَكَانَ خَ رًٌْا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَهُ ضَرَّاءٌ صَبَرَ فَكَانَ
خَ رًٌْا لَهُ
“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kelapangan, ia bersyukur. Maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar. Maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999)
Termasuk keutamaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diberikan kepada kaum mukminin, Dia menjadikan sakit yang menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. Sebagaimana tersebut dalam hadits Abdullah bin Mas„ud radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ صٌُِ بٌُْهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَ ئٌَِّاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”
(HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 6511)
Di sisi lain, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan penyakit, Dia pun menurunkan obat bersama penyakit itu. Obat itupun menjadi rahmat dan keutamaan dari-Nya untuk hamba-hamba-Nya, baik yang mukmin maupun yang kafir. Rasulullah saw bersabda dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, yang artinya :
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.”
(HR. Al-Bukhari no. 5678)
Abdullah bin Mas‟ud radhiallahu 'anhu mengabarkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)
Jabir radhiallahu 'anhu membawakan hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
اٍ وَ اٌ، فَإِذَ صِيْبَ وَ اُ لاَّ د اِ بَرَ بِإِذْنِ عَ لاَّ وَجَللاَّلِكُلِّ “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.” (HR. Muslim no. 5705)
Al-Qur`anul Karim dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.
PelatihanSehingga MESTINYA KITA TIDAK TERLEBIH DAHULU BERPALING DAN MENINGGALKANNYA UNTUK BERALIH KEPADA PENGOBATAN KIMIAWI YANG ADA DI MASA SEKARANG INI. (Shahih Ath-Thibbun Nabawi, hal. 5-6, Abu Anas Majid Al-Bankani Al-„Iraqi)
Karena itulah Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan kimiawi .
Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: „Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan‟.” Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.” (Ath-Thibbun Nabawi, hal. 6, 29)
Dengan demikian, TIDAK SEPANTASNYA SEORANG MUSLIM MENJADIKAN PENGOBATAN NABAWIYYAH SEKEDAR SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF. JUSTRU MENJADIKANNYA SEBAGAI CARA PENGOBATAN YANG UTAMA .
karena kepastiannya datang dari Allah swt lewat lisan Rasul-Nya . Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi saw diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman/ uji coba. (Fathul Bari, 10/210)
Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu. Dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya. Namun seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah swt . Seorang hamba hendaknya selalu bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada-Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Siapakah yang mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan (siapakah) Dia yang menghilangkan kejelekan?” (An-Naml: 62)
Sungguh tidak ada yang dapat memberikan kesembuhan kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (Asy-Syu‟ara`: 80)
PRINSIP PENGOBATAN ISLAMI
1. Prinsip Keyakinan; yaitu berkeyakinan bahwa yang menyembuhkan adalah Allah, sehubungan dengan itu dalam merawat pasien hendaknya secara baik dan sesuai syariat Islam (Al Quran & As-Sunah)
2. Menggunakan obat yang halal dan baik, tidak sekali-kali menggunakan bahan yang haram atau
bercampur dengan bahan yang haram.
3. Prinsip pengobatan tidak membuat mudharat (bahaya) , dengan tidak mengakibatkan kerusakan apalagi hingga menjadi kecacatan tubuh, terkecuali bila sangat darurat dan tidak ada pengobatan lain selain dengan menggunakan itu.
4. Pengobatan tidak berbau tahayul, khurafat & bid’ah
5. Prinsip mencari yang lebih baik berdasarkan kaedah Islam & ilmu perobatan 6. Mengambil sebab melalui ikhtiar serta tawakal serta selalu berikhtiar mencari yang terbaik

Jumat, 23 Maret 2012

BEKAM SEBAGAI SOLUSI TERAPI YANG MANJUR



Apabila Anda sering mengalami tidak enak badan atau keluhan penyakit ringan karena kecapekan? Anda bisa mencoba terapi kesehatan kuno yang kini demikian ramai menjadi buah bibir. Terapi kuno yang kini popular ini telah dipraktekkan semenjak zaman Nabi Muhammad SAW ini diyakini dapat menjadi sarana sembuh dari berbagai penyakit dan menjaga kesehatan dan stamina.

Terapi istimewa ini adalah bekam. Bekam, dikenal juga dengan istilah kesehatan modern sebagai Oxidant Drainage Therapy, atau dalam bahasa Arab dikenal sebagai Hijamah, adalah terapi kesehatan yang berfungsi mengeluarkan darah bertoksin yang berupa timbunan kolesterol jahat dan asam lemak bahkan sampah negatif dari dalam darah. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa terapi bekam terbukti bisa mendorong terjadinya regenerasi sel-sel darah dalam tubuh yang menyebabkan meningkatkan kelancaran sirkulasi dan produktifitas darah. Tubuh otomatis menjadi lebih bugar dan staminapun pulih.

Dikenal beberapa jenis terapi bekam antara lain bekam kering (tanpa mengeluarkan darah), bekam basah (dengan proses pengeluaran darah), bekam luncur (geser) atau bekam tarik (cabut). Semua macam terapi bekam ini dilakukan dengan prosedur yang agak berbeda akan tetapi semuanya bertujuan membuang toksin dari darah dan mempercepat regenerasi darah di seluruh tubuh. Untuk yang tidak suka melihat darah, maka bekam kering bisa menjadi pilihan yang menarik walaupun efektivitas hasilnya tidak sebagus bekam basah. Bekam kering dilaksanakan dengan cara mengoleskan minyak zaitun ke bagian yang mau dibekam lalu dikop, semacam vacum dengan tekanan udara rendah, tidak ada proses pengeluarkan darah.

Proses pembekaman dimulai dengan memijit bagian yang akan dibekam dan sekitarnya dengan tujuan relaksasi agar pasien santai relak dan tidak kaget ketika akan dibekam, apalagi untuk pasien baru yang belum pernah dibekam. Selanjutnya dipasan kop, yaitu semacam gelas yang bisa dikeluarkan udara didalamnya dengan pompa tangan atau mesin. Setelah beberapa lama bagian yang dikop akan berubah warna kehitaman, tanda bahwa toksin mulai terkumpul di bagian yang dibekam. Selanjutnya dilakukan sayatan tipis atau tusukan dengan jarum bekam dengan tedalaman kira-kira sepersepuluh milimeter. Tidak terasa sakit, hanya semacam digigit nyamuk, lebih mendekati rasa gatal begitulah. Berikutnya dilakukan kop lagi sehingga darah kotor menitik keluar. Setelah darah terkumpul agak banyak, kop dibuka dan dibersihkan darahnya. Seperti biasanya itu dilakukan
tiga kali dengan menambah atau tanpa tusukan tambahan.

Dengan cara sayatan pisau atau tusukan jarum steril, darah kotor dikeluarkan sampai kadar tertentu dengan bantuan kop pompa. Bekas sayatan selanjutnya akan diolesi dengan minyak zaitun untuk menutup luka. Kedengarannya memang agak menyeramkan tetapi tidak sebenarnya tidak sakit.

Utuk para wanita bisa mendapatkan terapi bekam di Rumah Bekam Muslimah Yogyakarta atau bisa memanggil terapis bekam keliling visit home untuk mengunjungi kerumah Anda. Tarifnya cukup murah, hanya Rp 50.000,- sampai Rp 200.000,-, Apalagi kalau Anda mengundang bekam untuk beberapa orang sekaligus, ada diskonny tentunya. Biayanya cukup terjangkau dan bisa mendapatkan khasiat mengatasi berbagai penyakit hingga 72 jenis penyakit. Sudah sepantasnya jika bekam kini menjadi salah satu metoda pengobatan alternatif yang menarik dan patut Anda coba.

Anda butuh terapist bekam muslimah visit home? Silakan hubungi 02743249970 atau 085228887769

sumber gambar : crupola.blogspot.com

Rabu, 29 Februari 2012

Bekam, Pengobatan warisan Rasulullah

Apa itu Bekam? Bekam adalah salah satu permata diantara warisan Rasulullah dalam bidang prngobatan Islam. Bekam merupakan istilah dalam bahasa Indonesia yang berarti mengeluarkan angin dari dalam badan dan pengeluaran darah kotor dari badan.

Dalam bahasa Arab dikenal istilah 'Al-Hijamah' yaitu satu tata cara pembersihan darah atau pengeluaran angin dari darah dengan mengeluarkan racun dari badan melalui goresan di kulit dengan cara di sedot dengan menggunakan alat seperti tanduk kerbau, gading gajah, gelas yang diisi api atau yang paling praktis dan modern dengan mengunakan gelas vakum (kop) yang bersih dan steril.

Dalil-Dalil Bekam


Hadits Pertama :


Said bin Jubair berkata dari Ibnu Abbas bahawa Rasulullah SAW bersabda:“Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara. Pertama minum madu. Kedua, dengan pembekaman. Ketiga, dengan key (besi panas), dan aku tidak menganjurkan ummatku melakukan pengubatan dengan key” (HR Bukhari)



Hadits Kedua:

Dari Jabir Bin Abdillah ra ia berkata, saya pernah mendengar Nabi SAW bersabda: “Jika ada yang terbaik pada obat-obatan kalian, maka itu terdapat pada sayatan alat bekam, minuman madu, atau sengatan api kay yang tepat pada penyakit. Tetapi aku tidak suka berobat dengan ’kay’ ” (HR. Bukhari)

Hadits Ketiga:

Dalam riwayat Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud dan riwayat Baihaqi: “Aku tidak berjalan di hadapan sekelompok malaikat pun pada malam ketika aku diisra’kan, kecuali mereka berkata, “Wahai Muhammad, perintahkanlah umatmu agar berbekam!’ ” (Shohihul Jami’: 5671)

Hadits Keempat:

Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya, dari Ibnu Mas’ud yang berkata: “Rasulullah SAW suatu ketika bercerita tentang malam ketika beliau diisra’kan, bahawa beliau tidak berlalu pada satu kelompok malaikat pun kecuali mereka menyuruh beliau dengan mengatakan, ’Perintahkanlah ummatmu agar berbekam’ ”

Ahmad juga meriwayatkan dalam musnadnya, sabda beliau, “Ini (bekam) adalah sebaik-baik cara pengubatan yang digunakan oleh manusia” (Al-Bashriyyin : 19237, Shohih)

Hadits Kelima:

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya cara pengubatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)” (Shahih Bukhari dan Muslim)

Faedah Hadist
Berdasarkan hadits-hadits di atas, jelaslah bahawa bekam merupakan perintah Nabi Muhammad SAW. Bekam juga merupakan terapi yang sangat dianjurkan oleh para penduduk langit (malaikat). Nasehat ini merupakan bentuk penghormatan para malaikat kepada Nabi SAW sebagai sambutan atas kunjungan Nabi SAW. Bekam adalah nasihat emas dari para malaikat yang mulya kepada ''manusia terbaik'' pada malam yang barokah. Menjadi penting sekali bagi kita untukmengindahkan tata cara pengobatan yang istimewa ini!

Imam Al-Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Taysirul Fiqih lil Muslimil Mu’ashir oleh Dr Yusuf Qardhawi pada hal. 235-236: “Al-Hijamah/Bekam adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajipan dari yang lain”.